Area Publik UM-Go, Karpet Masjid Digulung, Satgas Berlakukan Thermoscan Bagi Pengunjung

KAMPUS PENCERAHAN – Satuan tugas (Satgas) area publik, gugus tugas Corona Virus Disease (Covid) 19, Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go) mulai bergerak. Disejumlah lokasi publik, seperti masjid kampus sudah dilakukan pembersihan dengan tidak lagi menggunakan karpet. Semua karpet dibersihkan dan digulung. Hal ini dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19. “Sesuai protokol, semua masjid melakukan hal yang sama. Yakni, menggulung semua karpet-karpetnya, karena ternyata itu salah satu sumber penyakit,” ungkap Rektor UM-Go, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf.

Selain itu, rektor mengimbau pengurus masjid kampus agar rutin menyemprotkan disinfektan atau cairan antiseptik di area masjid. Dan kepada para jamaah, rektor mengingatkan untuk tak bersalaman dan mencium pipi kanan dan kiri, alias cipika cipiki. “Sementara waktu ini tidak lagi bersalaman, apalagi cipika cipiki, karena ini ternyata media penularan penyakit,” terangnya.

Untuk pengambilan air wudhu disarankan menggunakan air yang mengalir. Di tempat wudhu pula, pihak masjid juga mesti menyiapkan sabun dan cairan antiseptik. “Mudah-mudahan dengan itu akan menjadi lebih baik, penularan penyakit tidak akan terjadi,” terangnya.

Selain masjid, di area publik lainnya, satgas telah memberlakukan thermoscan untuk mengukur suhu tubuh pengunjung yang datang. Jika suhu tubuh normal yang bersangkutan akan dipersilahkan masuk, tetapi jika suhu tubuh di atas 37.5, maka tidak diizinkan masuk ke area publik kampus dan diharapkan segera mengisolasi diri.